Aku, bukan aku.
Adalah Ia yang tak nampak disampingku dan yang kadangkala kulupa.
Ia yang tenang-diam jika aku bicara
Ia yang penuh maaf jika aku mendendam
Ia yang berjalan ditempat aku mengembara
Ia yang masih tetap berdiri, jika aku mati.

View on Path

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s