Kaktus hidup di padang itu
Penuh duri yang siap menusuk
Tak pandang apapun itu
Yang lewat segera duri merasuk
Duri setajam ujung tombak
Di tusuk ke hati lalu darah merebak

Hanya kuperhatikan saja duri itu terus menancap
Kudiamkan.
Kutunggu sampai kapan duri itu berhenti menekan.
Ia berhenti, lalu aku mati.

Dan duri slamanya akan sesali perbuatannya ini.

Tapi, saat aku mati.

-nb-

View on Path

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s